MALUKUTERCINTANEWS.COM, Ambon, Selasa 4 November 2025, Ikatan senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Xl (Maluku – Papua) menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Maluku Economic Talks” dengan mengangkat tema yang paling krusial yaitu Menakar Arah Pembangunan Ekonomi Maluku : Antara Data, Realita, Harapan Masyrakat dan Masa Depan Daerah yang bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti Ambon.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sumbu kebangkitan ekonomi daerah, tempat di mana gagasan bertemu dengan aksi, dan semangat muda berpadu dengan kebijakan untuk masa depan Maluku yang lebih baik. Kata Sekretaris ISMEI Wilayah XI (Ahmad Fadli) dalam sambutannya.
dilanjutkan, Kegiatan ini merupakan komitmen dan tanggung jawab ISMEI WILAYAH XI dalam menjaga stabilitas dan dinamika pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah indonesia timur. Ujar Badan Pimpinan ISMEI ( Firman Fadirubun, S.E. ) dalam sambutannya.
Kegiatan dihiasi dengan diskusi panel yang melibatkan Anggota DPRD Komisi III Provinsi Maluku (Halimun Saulatu, S.E., M.Si), Kepala BAPPEDA Provinsi Maluku (Dr. Anton A. Lailossa, S.T, M.Si) Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian Kota Ambon (Dr. Ronald H. Lekransy, ST, M.Si), Akademisi FEB Unpatti (Dr. IZAACH TONNY MATITAPUTTY, SE, M.SI), dan Mahasiswa Ekonomi yang sama-sama memiliki kekahawatiran terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi maluku.
Zainal. A. Siauta selaku kabiro SDA dan Minerba ISMEI wilayah XI menyampaikan bahwa untuk melihat pola pertumbuhan ekonomi maluku hari-hari ini, antara data, realita dan harapan masyarakat merupakan indikator yang berbanding terbalik, pemerintah seharusnya memfokuskan pertumbuhan ekonomi maluku yang sustainable development dengan mengandalkan hilirisasi pangan lokal sebagai market baru yang dapat bersaing di brand nasional,walaupun sudah ada dan masi masif, ini merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah dan seluruh elemen untuk mendorong hal ini secara bersama-sama.
Selain itu ia berpendapat bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif kita seharusnya membenahi sistem pendidikan agar menghasilkan SDM” unggul untuk menjemput bonus demografi dan indonesia emas 2045.
Memang untuk mencapai impian ini sangatlah sulit karena PAD Maluku masi sangatlah minim dan sistem Dana alokasi umum dari pusat ke daerah masi mengandalkan luas wilayah daratan sedangkan wilayah maluku merupakan wilayah kepulauan sehingga hal inilah yang menjadi tantangan kita hari ini.
Hasil diskusi ini akan kami tindak lanjuti dengan kajian-kajian mendalam dan menjadi sebuah rekomendasi yang nantinya akan diserahkan ke pemerintah untuk di tidak lanjuti. (*







