MALUKUTERCINTANEWS.COM, Ambon – Dalam semangat memperkuat peran masyarakat sipil dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif, Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sinergitas Program Democratic Resilience Bersama Pemerintah Kota Ambon”, pada Selasa, 15 April 2025, bertempat di Carita Cafe, Gunung Malintang, Ambon.

Kegiatan ini dibuka oleh Naam Seknum selaku Program Manajer Democratic Resilience (DemRes). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah konsisten mendukung kegiatan ketahanan demokrasi yang dilaksanakan YPPM Maluku. Ia menegaskan pentingnya forum-forum diskusi yang mendengarkan suara masyarakat sipil sebagai upaya memperkuat fungsi kontrol terhadap pemangku kebijakan dan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang responsif di Kota Ambon.

Hadir sebagai narasumber, akademisi dari Universitas Pattimura Ambon, Dr. Julista Mustamu, S.H., yang memberikan perspektif akademik terkait pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, di antaranya aktivis demokrasi, milenial inklusi Maluku, aktivis disabilitas, jurnalis, serta perwakilan masyarakat sipil.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjelaskan urgensi peran masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan yang partisipatif, serta mengidentifikasi bentuk kolaborasi konkret antara masyarakat sipil dan pemerintah di berbagai sektor pembangunan. Selain itu, forum ini juga merumuskan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat sinergi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan inklusif di Kota Ambon.

YPPM Maluku berharap kegiatan seperti ini menjadi ruang strategis yang berkelanjutan, di mana pemerintah dan masyarakat sipil dapat saling mendengar dan membangun kepercayaan dalam semangat demokrasi yang sehat dan berdaya. (*