Malukutercintanews.com, Komitmen terhadap kualitas pelayanan dan keamanan operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon terus ditingkatkan. Memasuki hari kedua rangkaian pelatihan yang telah dimulai sejak 8 April, para relawan satuan pelayanan mengikuti Pelatihan Penjamah Makanan yang berlangsung di Hotel Manise Lt. 5 pada Kamis (9/4) .

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh relawan Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) memiliki kesiapan penuh terkait prosedur dan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku sebelum terjun langsung ke lapangan.

Ketua Yayasan Kalyana Mitra Mandiri, Alex Tan, dalam sambutannya menegaskan komitmen lembaga untuk meningkatkan standar operasional pada unit Dapur Benteng 1 dan Benteng 2.
“Kita semua tahu Dapur Benteng 1 dan Benteng 2 ini belum sepenuhnya profesional. Namun, kami berkomitmen untuk menjadikannya tetap profesional agar memenuhi semua standar serta regulasi yang ada. Segala kebutuhan akan kami lengkapi,” ujar Alex.

Beliau juga berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum pelatihan ini dengan serius sebagai bekal menjalankan amanah negara.
“Saya harap peserta benar-benar fokus pada materi yang ada. Ini adalah program mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita harus bekerja maksimal memberikan makanan yang layak dan terbaik bagi anak-anak penerima manfaat di tingkat SD, SMP, hingga SMA,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor SPPG (KSPPG), dr. Rosita, M.Kes, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran mengenai pentingnya aspek kesehatan lingkungan. Ia menyatakan bahwa kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan syarat mutlak bagi operasional unit pelayanan di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.

“Kita akan fokus bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas adalah prioritas utama. Kesesuaian SOP untuk penjamah makanan, mulai dari penggunaan seragam, sterilisasi area kerja, dan juga makanan harus dijaga 100 persen demi keamanan konsumsi anak-anak sekolah,” ujar dr. Rosita.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, pihak SPPG telah menyusun langkah-langkah teknis sebagai berikut:
• Skrining Medis: Pemeriksaan kesehatan personel akan dilakukan secara serentak pada Jumat (10/4) besok di Puskesmas Benteng.
• Kontrol Mutu: Pengambilan sampel menu secara rutin untuk uji laboratorium guna memastikan hidangan bebas dari kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya.

Sinergi antara Yayasan Kalyana Mitra Mandiri, Dinas Kesehatan Kota Ambon, dan HAKLI diproyeksikan dapat meredam kekhawatiran publik mengenai aspek keamanan pangan. Dengan menerapkan pengawasan ketat mulai dari proses pengolahan di dapur, program MBG di Ambon menjamin penyajian hidangan yang memenuhi standar gizi sekaligus standar keamanan medis bagi para pelajar. (MTN03)